Seseorang yang tidak jadi menikahkan anaknya, sebab satu dan dua hal. Ada yang lebih konyol cerita pengantin lelaki membatalkan di hari semua sudah siap.
Kepada takdir siapa kita harus menaruh harapan?
Kenapa kepada Allah yang kita harap bisa membuat anak kita tersenyum, malah membuatnya berduka dan terluka?
Masih kah kita harus percaya bahwa doa demi doa kita dijawab? Setelah sekian lama berdoa dan berharap anak kita memiliki jodohnya, Allah malah menghancurkan jawaban-Nya sendiri?
Kenapa? Why?
Kenapa harus membuat keluarga ini malu? Dan rugi?
Harus baik sangka bagaimana kalau Saudara yang menjadi dia?
Saat matahari besok bersinar terang kembali, kehidupan seperti apa yang dijalani keluarga ini?
Please learn more at www.kuliah-online.com |